DKAB Fokus Bangun Database dan Digitalisasi Pelaku Seni Budaya Aceh Barat

Pojok Suara | Aceh Barat – Ketua Dewan Kesenian Aceh Barat Teuku Ronald Nehdiansyah menegaskan pentingnya pendataan serta digitalisasi pelaku seni dan budaya sebagai langkah awal pengembangan kebudayaan di Kabupaten Aceh Barat.

Hal tersebut disampaikan Teuku Ronald saat sesi tanya jawab dalam Rapat Kerja Dewan Kesenian Aceh Barat (DKAB) periode 2025-2029 yang berlangsung di Aula Gedung C BKPSDM Aceh Barat.

Menurutnya, penyusunan database yang valid menjadi fondasi utama sebelum menjalankan berbagai program kebudayaan. Data tersebut nantinya akan diintegrasikan melalui website dan media sosial DKAB agar menjadi pusat informasi pelaku seni dan budaya yang mudah diakses.

Yang paling penting saat ini adalah memastikan proses dasar terpenuhi, yaitu pendataan dan finalisasi database. Dengan begitu kita tahu siapa saja pelaku seni, sastra, dan budaya yang aktif di Aceh Barat,” ujar Teuku Ronald.

Ia menjelaskan, keberadaan database akan memudahkan DKAB dalam menyusun berbagai program, mulai dari seminar sastra, workshop, pameran foto, lomba puisi hingga lomba tari.

Selain itu, data tersebut juga menjadi dasar pembinaan terhadap pelaku seni tradisional maupun komunitas kreatif di Aceh Barat agar pengembangan budaya daerah dapat berjalan lebih terarah.

Ronald menilai selama ini banyak kegiatan budaya dilakukan tanpa basis data yang jelas sehingga keterlibatan pelaku seni lokal belum maksimal. Karena itu, DKAB akan lebih dulu memperkuat pendataan sebelum melaksanakan program-program besar lainnya.

Kita jangan hanya bicara workshop terus-menerus. Yang paling penting sekarang adalah memastikan siapa pelaku budayanya, di mana mereka berada, dan bagaimana pembinaannya,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pengembangan kebudayaan tidak bisa dijalankan hanya oleh ketua maupun pengurus inti saja, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh bidang serta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan nantinya akan melahirkan generasi baru pelaku seni dan budaya yang mampu membawa nama Aceh Barat di berbagai kegiatan kebudayaan, termasuk Pekan Kebudayaan Aceh (PKA).

Kalau kita mampu membina orang-orang yang tepat, maka mereka nantinya akan menjadi kekuatan baru dalam pengembangan budaya daerah,” tutupnya.

Penulis: ARIFFAHMIEditor: Redaksi