Dimediasi DPRK, Aksi Warga Tumpok Ladang Berakhir, PT NCN Diberi Waktu Satu Minggu

Anggota DPRK Aceh Barat, Ramli SE, memotret surat perjanjian di hadapan warga Gampong Tumpok Ladang dan pihak PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) saat mediasi aksi di simpang TPA Gunong Mata Ie. Photo By: ARIFFAHMI

Pojok Suara | Aceh Barat –  Aksi warga Gampong Tumpok Ladang, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat yang menghadang mobil karyawan vendor PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) di persimpangan TPA Gunong Mata Ie akhirnya berakhir setelah dimediasi anggota DPRK Aceh Barat, Ramli SE, sekitar pukul 01.00 WIB, Rabu (30/4/2026). Dalam mediasi tersebut, perusahaan diberi waktu satu minggu untuk menindaklanjuti tuntutan masyarakat.

Aksi yang berlangsung sejak Selasa sore (29/4/2026) hingga dini hari itu dipicu oleh ketidakpuasan warga terhadap proses rekrutmen tenaga kerja yang dinilai tidak transparan dan tidak melibatkan masyarakat setempat.

Keuchik Gampong Tumpok Ladang, Nazaruddin, mengatakan selama ini perusahaan tidak pernah berkomunikasi dengan pemerintah gampong terkait rekrutmen karyawan, sehingga menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.

Selama ini belum ada komunikasi dengan pihak kampung, bahkan belum ada tenaga kerja dari desa kami yang direkrut,” ujarnya.

Selain menuntut transparansi rekrutmen, warga juga meminta perhatian perusahaan terhadap dampak lingkungan, seperti debu serta penyiraman jalan, mengingat kondisi tersebut turut berdampak pada aktivitas masyarakat dan pembangunan masjid di desa.

Sementara itu, Humas PT Nirmala Coal Nusantara (NCN), Alwan, mengakui adanya kelemahan dalam penyampaian informasi terkait rekrutmen tenaga kerja. Ia menyebut komunikasi selama ini hanya melalui aparatur, yang kemungkinan tidak tersampaikan secara utuh kepada masyarakat.

Kami akan melakukan evaluasi agar ke depan informasi dapat disampaikan lebih terbuka kepada masyarakat,” katanya.

Warga berharap dalam waktu satu minggu ke depan pihak perusahaan dapat memberikan solusi konkret. Jika tidak, masyarakat mengisyaratkan akan kembali menggelar aksi dengan skala yang lebih besar.

Penulis: ARIFFAHMIEditor: Redaksi