Pojok Suara | Aceh Barat – Penceramah Tgk. Habibi An Nawawi, Lc,. M.DIPL menyampaikan pesan-pesan penting dalam kegiatan Tabligh Akbar dan Halal Bihalal yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dikompleks Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh (2/4/2026).
Dalam ceramahnya, ia menegaskan keyakinannya bahwa Aceh Barat tidak pernah kehilangan generasi yang peduli terhadap agama.
“Saya begitu yakin Aceh Barat tidak pernah kehilangan generasi yang peduli terhadap agama,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah.
Ia menjelaskan bahwa suatu tempat akan dimuliakan atau dimurkai Allah tergantung pada perilaku orang-orang di dalamnya. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat untuk mengamalkan doa ketika memasuki pasar. Menurutnya, amalan tersebut memiliki keutamaan besar, yakni mendatangkan sejuta kebaikan, menghapus sejuta kesalahan, dan mengangkat derajat seseorang di sisi Allah.
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiitu, wa huwa hayyun laa yamuutu, biyadihil khoir, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.
“Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahahidup dan tidak mati. Di tangan-Nya segala kebaikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Selain itu, Tgk. Habibi An Nawawi menekankan pentingnya persatuan sebagai kunci kemajuan daerah. Ia menyampaikan bahwa hubungan yang didasari kepentingan duniawi bersifat sementara, sementara persatuan karena agama akan kekal.
“Aceh Barat maju jika rakyat bersatu. Peganglah tali Allah dan jangan berpecah belah,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kualitas masyarakat dalam menentukan kemajuan bangsa. Menurutnya, pemimpin yang baik akan lahir dari masyarakat yang baik pula.
Dalam ceramahnya, ia turut mengingatkan peran penting ulama dan umara. Ia menyampaikan bahwa jika keduanya berjalan seiring, maka masyarakat akan berada dalam kondisi aman dan tenteram.
Di akhir penyampaiannya, ia memberikan perhatian khusus kepada generasi muda. Ia mengajak para orang tua untuk menjaga anak-anak dari pengaruh negatif serta membimbing mereka dengan nilai-nilai agama.
“Anak-anak adalah generasi emas. Mereka lahir dalam keadaan suci, dan kitalah yang menentukan arah mereka,” ungkapnya.
Acara tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan warga yang tetap bertahan meski sempat diguyur hujan. Antusiasme masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap kegiatan keagamaan di Aceh Barat.















